Suka Duka Jadi Anak Seorang Guru. Kamu Pernah Merasakan Hal-Hal Kayak Gini Nggak?

jadi-anak-guru jadi-anak-guru

Menjadi anak seorang pengajar alias guru tentunya merupakan kebanggaan tersendiri bagi berjibun orang. Profesi guru di mata masyarakat luas, dan bahkan di mata dunia sekalipun adalah pekerjaan yang begitu mulia. Mendidik anak-anak dari nggak paham apa-apa sampai jadi seorang profesor, dari nggak mampu apa-apa jadi bisa segalanya. Ya, itulah peran seorang guru.

Meski begitu, jadi seorang guru nggak serta merta tentang hal-hal yang enak aja, pasalnya ada berbagai macam hal lainnya yang mungkin merupakan tantangan tersendiri. Kayak misalnya dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, kadang nggak dihargai sama pemerintah, dan baknya. Menjadi anak seorang guru pun rupanya nggak lepas dari suka dan dukanya, kayak yang ada di bawah ini nih~

1. Kalau ngajarin anak didiknya halus banget, sabar, dan kalem pula. Tapi Kalau ngajarin anak sendiri berasa kayak singa. Galak bener!

Hal yang pertama ini kayaknya penuh banget dialami oleh orang-orang sih. Masih menjadi perInterogasian sampai-sampai saat ini, mengapa kok guru kalau ngajar anak didiknya penuh dengan kesabaran, lembut, dan tentunya juga kalem. Lain halnya dengan ngajarin anak senawak di rumah, seringnya kayak singa karena galak banget. Yaaa, kendati nggak semua guru kayak gini sih.

2. Punya beban mental tersendiri, apalagi kalau dapat nilai jelek di mata pelajaran yang antappu setara orang tua

Jadi anak seorang guru tentunya enak karena dia pasti punya luber waktu untuk berguru lebih hal-hal yang mungkin belum dipelajari sebanding temannya. Tapi, terkadang hal tersebut malah jadi beban mental tersenpribadi. Tahu senpribadi, kan, rasanya, kalau misalnya ibumu adalah guru matematika, tapi kamu nggak bisa pengetahuan satu itu?

3. Kalau di rumah sering banget dengerin keluhan orang tuamu tentang murid-muridnya yang bandel, sambil sesekali dengerin obrolan orang tuamu dengan wali murid lainnya

Menghadapi luber anak didik, tentunya mereka memiliki sifat dan karakter yang bermacam-macam. Ada yang kalem, tapi nggak secuil juga yang pada bandel. Kalau kamu adalah anak guru, pasti sering banget dengerin keluhan orang tuamu di rumah tentang murid-muridnya yang susah banget kalau dikasih tahu. Tapi, enaknya sih kalau punya temen yang jahil bisa langsung dilaporin. ????

4. Kalau kamu bersekolah di tempat orang tuamu mengajar dan keingatan bandel, dimarahinnya nggak cuma pas di sekolah aja, tapi sampai rumah juga masih dimarahin

Para anak guru yang bersekolah di ajang orang tuanya mengajar pasti sesekali pernah merasakan pengalaman konyol yang satu ini. Kalau anak lain bandel paling-paling cuma dimarahin kembar guru BK, tapi kalau kita yang kekenalan bandel sih udah masuk ruangan BK, sampai rumah masih dimarahin kembar orang tua juga. Alasannya sih pasti karena bikin malu, ya, memang iya juga. ????

5. Kalau bernyawa di kampung patut jaga image banget, soalnya seorang guru di mata orang tua lainnya pasti punya martabat jangkung banget. Apalagi kalau di kampung pekerjaan guru itu ibaratnya udah mentereng banget

Beda halnya dengan di kota-kota semok, pekerjaan menjadi seorang guru di kampung ataupun di daerah pelosok tentunya udah dianggap demi keliru satu profesi yang mentereng bagi sebagian orang. Ini yang bikin kita demi anak guru layak jaga image banget di mata masyarakat. Soalnya, kalau kita bertingkah secuil aja, pasti yang bakal kena batunya adalah orang tua. Kasihan kan kalau dikatain jadi guru nggak bisa mendidik anaknya dengan lurus. Hmm~

Meski begitu, menjadi anak guru tetap merupakan sesuatu yang bikin bangga banget sih. Apalagi kalau mengingat julukan yang diberikan kepada mereka, sang pahlawan tanpa tanda jasa. Siapa yang nggak seneng coba. ????