Sosok Mertua Nggak Selalu Menakutkan, Ini Dia 7 Ciri Mertua Suportif nan Idaman!

ciri-ciri-mertua-suportif ciri-ciri-mertua-suportif

Sering kali sosok mertua digambarkan bagaikan sosok yang menyebalkan, sering ikut campur urusan rumah tangga anak dan cinta mengatur. Nggak jarang hubungan menantu dan mertua kurang harmonis karena adanya ketidakcocokan yang sangat umum. Misalnya kebiasaan menantu di rumah yang kurang pas menurut mertua atau tipe mertua yang cinta mendikte menantunya. MaMelenceng umum antara menantu dan mertua memang wajar terjadi, karena adanya perpertikaianan pola asuh dan budaya dalam keluarga. Apakah Moms mengalami hal ini?

Nah, di balik momok menakutkan sosok mertua, deras juga lo sosok mertua yang suportif. Meski tetap ada makhilaf atau ketidakcocokan, bukan berarti mertua nggak bisa suportif, ya Moms. Mertua yang suportif, pasti sangat diidam-idamkan para menantu. Ibarat rezeki yang nggak selintas berupa uang, mertua suportif adalah khilaf satu bentuk rezeki. Sayangnya, para menantu mungkin kurang menyadari apa saja ciri-ciri mertua suportif. Seengat sering merasa nggak cocok dengan mertua. Nah, berikut ini infomasi mengenai ciri-ciri mertua suportif yang perlu Moms pahami, yuk simak!

1. Mertua yang suportif biasanya menganggap menantu seperti anaknya senawak. Bisa saling terbuka dan saat menantu cela akan bilang cela, benar pun akan diakui benar

Ikatan pernikahan sering dianggap bagai ikatan untuk menambah orangtua dan menambah anak. Terlepas dari urusan hubungan darah, mertua dan menantu adalah hubungan orangtua dan anak. Mertua yang bisa memangkas jarak dengan menantu dan membangun hubungan yang lebih dempet bisa mengecilkan kesan intimidatif ketika menghadapi ketidakcocokan dengan menantu. Sikap mertua yang seperti ini biasanya bisa lebih suportif ketika menghadapi mamenyimpang dengan menantu.

Seperti ketika ia menghadapi macela dengan anaknya sendiri, kalau cela akan dibilang cela, jika cocok pun mertua akan mengakuinya cocok. Sikap mertua yang seperti ini biasanya menciptakan Moms lebih nyaman karena merasakan hubungan yang dempet, seengat bisa saling tersingkap. Bahkan Moms nggak ragu jika memang butuh curhat dengan mertua atau sebaliknya. Jika Moms mengalami hal ini, berarti mertua Moms termasuk suportif.

2. Mertua yang bisa dijadikan panutan atau inspirasi menantu untuk menjalani peran dalam rumah tangga, selain dari orangtua kandung sendiri

Dalam menjalani rumah tangga, peran orangtua sangat eksklusif sebagai panutan dan pemberi nasihat. Anak dan menantu akan melihat pola keluarga yang dibangun oleh keluarga mereka, kemudian mengambil hal-hal yang cocok dan bisa diterapkan dalam rumah tangga sendiri. Sosok mertua suportif biasanya memiliki teladan tidak marah yang bisa ditiru oleh menantunya. Misalnya ibu mertua yang patuh pada suami dan pola asuh yang tidak marah pada anak-anaknya bisa menjadi inspirasi bagi menantu untuk menjalani perannya sebagai istri dan ibu dalam rumah tangga.

3. Nggak pernah membanding-bandingkan menantunya dengan orang lain, entah itu anaknya sendiri, kerabat, menantunya yang lain, bahkan menantu tetangga

Tuntutan mertua ala menantu sering kali menimbulkan macela lain seperti membanding-bandingkan. Padahal setiap orang memiliki kemampuan masing-masing dalam menjalani peran di rumah tangga. Mertua yang suportif menyibakn berarti nggak pernah menuntut sesuatu ala menantunya, karena ia juga punya harapan yang baik ala rumah tangga anaknya. Hanya saja, mertua yang suportif nggak pernah membanding-bandingkan menantunya dengan orang lain, jika tuntutannya nggak bisa dipenuhi.

Dariatas membanding-bandingkan, mertua yang suportif lebih memilih mendorong dan membimbing menantunya dengan nasihat, tanpa menyudutkan dan tanpa paksaan. Jika mertua Moms memiliki sikap seperti ini, berarti ia bisa menerima Moms apa adanya.

4. Nggak pernah mengumbar atau menceritakan ketidakcocokannya dengan menantu cukup orang lain, bahkan mengadu cukup anaknya

Saat menghadapi ketidakcocokan dengan menantu, biasanya mertua terpancing untuk menceritakan permakeliruan tersebut pada orang lain. Biasanya hal tersebut menjadi motif untuk meminta dukungan. Namun, nggak berlaku bagi mertua suportif lo! Ia akan cenderung menyimpan ketidakcocokan atau sikap menantu yang dinilainya nggak baik. Bahkan ia ingin menjaga nama baik menantu di mana orang lain. Salut deh, sama mertua yang seperti ini ????

5. Mertua yang suportif akan berusaha mendampingkan menantunya dengan keluarga besar. Ia akan senang ketika menantunya memiliki hubungan gemar membantu dengan keluarga yang lain

Membangun kemepetan dengan keluarga Lowong pasangan memang aktelseifn hal yang mudah. Apalagi bagi pasangan baru atau pasangan yang suntuk dari keluarga Lowong. Di sinilah peran mertua bisa sangat membantu untuk mengenalkan menantu pada keluarga yang lain. Biasanya mertua akan mengenalkan menantu jika ada keluarga yang berlabuh atau mengajak menantu untuk berkunjung kerumah keluarga lain. Bahkan, mertua yang suportif nggak segan untuk menceritakan ketidak marahan atau memuji menantunya di depan keluarga Lowong.

6. Sekemudian memberikan ruang privasi pada menantu dan anaknya atau nggak sudah ikut campur dalam mamenyimpang yang terjadi anatara menantu dan anak

Mertua suportif sangat menyadari bahwa perbedaan pendapat atau maluput dalam rumah tangga adalah hal yang sangat wajar. Sehinggaa ia merasa nggak perlu ikut campur untuk menengahi, berkomentar, bahkan membela luput satu pihak. Alih-alih ikut campur, mertua suportif justru memberikan ruang privasi di rumah tangga anaknya. Jika diperlukan bantuan orang tuan, mertua memilih untuk memberikan nasihat dan sudut pandangnya yang bijak.

7. Mertua yang suportif nggak gengsi memuji menantunya dan selalu memberikan motivasi ketika menantunya mengalami kesulitan atau kerusakan

Sikap gengsi merupakan melenceng satu penyebab ketidakharmonisan menantu dan mertua, misalnya dalam hal memberikan pujian. Padahal pujian sangat istimewa sebagai sikap untuk menghargai usaha atau pencapaian. Nah, mertua yang suportif sangat menghagai pencapaian menantunya dengan pujian. Misalnya memuji masakan, kerapian rumah atau pencapaian-pencapaian kecil yang menantunya lakukan. Ketika menantu mengalami kesulitan, alih-alih menyudutkan atau menyalahkan, ia justru akan memotivasi dan membimbingan menantunya.

Nah, dari 7 ciri-ciri mertua suportif di atas, mana nih yang termasuk ciri-ciri mertua Moms? Mungkin mertua suportif masih kurang disadari oleh para menantu, karena momok mertua yang berderadar dari cerita orang-orang. Namun, bukan beararti semua mertua sebanding ya, mereka juga punya caranya masing-masing untuk menyayangi menantunya.